PEMERINTAHAN
Bupati Lotim Dorong Guru Tingkatkan Kualitas dan Digitalisasi Pendidikan
LOMBOK TIMUR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Timur menggelar Konferensi Kerja (Konker) perdana yang berlangsung di Selong, Kamis pagi. Kegiatan yang mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Lombok Timur Smart" ini dibuka secara langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada 12 Februari 2026.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, serta jajaran pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Lombok Timur. Konferensi kerja ini menjadi momentum penting bagi organisasi profesi guru untuk merumuskan program strategis ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa peran guru tetap menjadi panutan sepanjang masa dalam membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis sejak awal kehidupan manusia, karena pendidikan karakter dimulai sejak anak lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga, hingga memasuki pendidikan formal di sekolah.
“Guru adalah sosok yang tidak pernah lekang oleh waktu dalam membimbing dan membentuk generasi. Dari lingkungan keluargalah karakter mulai dibangun, dan guru melanjutkan peran itu di sekolah,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti tantangan dunia pendidikan di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Ia mengingatkan agar para guru tidak lagi bersikap monoton dalam proses pembelajaran, melainkan harus terus beradaptasi dengan perubahan kurikulum, teori pendidikan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.
“Digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Guru harus melek teknologi agar mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Inilah kunci mewujudkan Lombok Timur yang cerdas atau Lombok Timur Smart,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyebut PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Ia menilai PGRI merupakan organisasi yang solid dan menjadi wadah persatuan guru dalam memperjuangkan profesionalisme, kesejahteraan, serta penguatan peran guru di tengah masyarakat.
“Keberadaan PGRI diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara guru, pemerintah, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat meningkatkan mutu pendidikan di Lombok Timur secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Konferensi kerja perdana ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum perumusan program-program strategis PGRI ke depan. Program tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing, sejalan dengan visi Lombok Timur yang lebih maju dan cerdas. (*)
Via
PEMERINTAHAN
Post a Comment