PENDIDIKAN
Dikbud Lotim Fasilitasi Minat Bakat Non-Akademik Siswa
LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma lama tentang definisi anak hebat. Selama ini, masyarakat beranggapan bahwa anak berprestasi adalah mereka yang unggul di bidang akademik, sementara kemampuan non-akademik dianggap berada di bawahnya.
Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Muhammad Nurul Wathoni, menekankan bahwa persepsi tersebut harus segera dihentikan. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak bisa diukur hanya dari nilai matematika atau IPA semata, melainkan juga dari potensi yang mereka miliki di bidang lain.
"Keberhasilan seorang anak tidak bisa diukur hanya dari nilai matematika atau IPA semata, melainkan juga dari potensi yang mereka miliki di bidang lain," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa di bidang non-akademik. Hal ini penting agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi unik yang mereka miliki.
Dikbud menekankan bahwa sekolah tidak boleh hanya mendorong siswa untuk menguasai mata pelajaran tertentu dengan mengesampingkan pengembangan seni, olahraga, dan budaya. Nurul Wathoni berharap semua bidang tersebut mendapatkan ruang pembinaan yang setara di satuan pendidikan.
"Dengan demikian, tidak ada lagi anak yang merasa tersisih hanya karena bakatnya berbeda," ujarnya.
Melalui kebijakan ini, Dikbud Lombok Timur ingin memastikan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar, baik di panggung akademik maupun non-akademik. (*)
Via
PENDIDIKAN
Post a Comment