PENDIDIKAN
Baznas Lotim Kembali Salurkan Insentif Guru Non-Sertifikasi, 700 Guru Suralaga dan Sukamulia Terima Manfaat
LOMBOK TIMUR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi para guru nonsertifikasi. Program pemberian insentif bagi guru RA, MI, MTs, dan MA nonsertifikasi tersebut kembali dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli, Wakil Ketua BAZNAS Lombok Timur Dr. Asbullah, jajaran amil BAZNAS Lombok Timur, jajaran Kemenag Lombok Timur, serta sekitar 700 guru nonsertifikasi dari Kecamatan Suralaga dan Kecamatan Sukamulia.
Program pemberian insentif bagi guru nonsertifikasi ini merupakan program yang telah dilaksanakan BAZNAS Lombok Timur untuk yang ketujuh kalinya. Pada pelaksanaan kali ini, giliran para guru nonsertifikasi dari Kecamatan Suralaga dan Kecamatan Sukamulia yang mendapatkan manfaat program tersebut. Insentif ini diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan BAZNAS terhadap para guru yang selama ini terus mengabdikan diri dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menyampaikan bahwa perhatian terhadap para guru nonsertifikasi merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dan memiliki peran penting di tengah masyarakat. Selain memberikan insentif, BAZNAS Lombok Timur juga secara bertahap telah mendaftarkan lebih dari 2.000 guru ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk ikhtiar memberikan perlindungan sosial dan manfaat yang lebih luas bagi para tenaga pendidik.
Tidak hanya guru, BAZNAS Lombok Timur juga telah memberikan perhatian kepada guru ngaji dan marbot se-Kabupaten Lombok Timur. Ketua BAZNAS Lombok Timur menyampaikan bahwa pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi guru ngaji dan marbot tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat secara lebih luas, khususnya bagi mereka yang selama ini memiliki peran besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Semoga pengabdian Bapak dan Ibu guru yang tulus dan ikhlas selama ini menjadi amal ibadah dan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. Insentif ini mungkin tidak sebanding dengan pengabdian yang telah diberikan, tetapi kami berharap dapat menjadi bentuk perhatian dan kepedulian BAZNAS Lombok Timur kepada para guru,” ungkap H. Muhammad Kamli.
Ia menegaskan, BAZNAS Lombok Timur akan terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap guru, guru ngaji, marbot, serta berbagai kelompok penerima manfaat lainnya menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Lombok Timur.
Melalui program tersebut, BAZNAS Lombok Timur berharap sinergi dengan Kementerian Agama, para guru, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan dukungan bersama, pengelolaan zakat diharapkan semakin memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan pengabdian para pendidik dan tokoh keagamaan di Kabupaten Lombok Timur. (*)
Via
PENDIDIKAN
Post a Comment