PEMERINTAHAN
Ribuan Pelari Ramaikan Event Be-Rari Lotim, Bupati Dorong Pengembangan "Sport Tourism" dan Ekonomi Kreatif
LOMBOK TIMUR – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan dukungan penuh terhadap ajang olahraga yang memadukan semangat lari dan pariwisata, yakni Be-Rari Half Marathon. Kegiatan yang digelar pada Ahad 14 Juni 2026 di Taman Rinjani Selong ini mendapat respons positif dari masyarakat, terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu pelari.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin secara resmi melepas peserta untuk kategori 5 kilometer (5K) yang diikuti sedikitnya 600 peserta dari berbagai kalangan. Kehadiran orang nomor satu di Lombok Timur tersebut menambah antusiasme para pelari yang sudah bersiap sejak subuh di garis start.
Selain mempromosikan potensi wisata daerah melalui konsep wisata olahraga (sport tourism), kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelari lokal untuk menunjukkan bakat terbaik mereka, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk kategori half marathon (21 kilometer), pelepasan peserta dilakukan oleh Kapolres Lombok Timur. Sementara itu, kategori 10 kilometer dilepas oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas dampak positif kegiatan ini, tidak hanya dari aspek olahraga, tetapi juga perputaran ekonomi masyarakat.
"Pemerintah daerah mendukung penuh dan berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan," ujar H. Muhammad Juaini Taofik.
Tak hanya diikuti pelari dari Lombok Timur, Be-Rari Half Marathon juga menarik perhatian peserta dari luar daerah, bahkan dari tingkat nasional. Antusiasme lintas daerah ini diharapkan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan rencana penyelenggaraan rutin setiap tahunnya.
Menurut Bupat, Be-RaRi Half Marathon merupakan tahun ke tiga dilaksanakan dan jumlah peserta terus mengalami peningkatan. Ini menunjukkan bahwa event ini cukup baik sebagai orang berolahraga dan berwisata. Bahkan kegiatan ini sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM untuk menjajakan produknya yang dapat menopang perekonomian keluarga. (*)
Via
PEMERINTAHAN
Post a Comment