PENDIDIKAN
Bupati Lotim Ingatkan Kepala Sekolah Tak Tergiur Penyalahgunaan Anggaran
LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai manajer di tingkat satuan pendidikan yang tidak hanya bertugas mengayomi para guru, tetapi juga harus berhati-hati dalam mengelola keuangan sekolah. Hal itu disampaikannya saat melantik 143 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Senin (2/3). Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan para kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak tergiur dengan penyalahgunaan anggaran. Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan sekolah memerlukan kehati-hatian dan kompetensi yang memadai.
"Pesan saya hati-hati, anda belum mampu mengelola dan me-manage keuangan dengan baik. Kalau perlu bertanya kepada orang yang sudah berpengalaman," ujar Bupati Haerul Warisin di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Orang nomor satu di Lombok Timur itu juga menjelaskan makna dari istilah "clear" atau bersih dalam konteks kepemimpinan di sekolah. Menurutnya, seorang kepala sekolah dapat dikatakan bersih apabila mampu mengelola sekolah dan seluruh aspek di dalamnya dengan baik, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa menjadi pemimpin atau manajer di satuan pendidikan bukanlah perkara mudah. Namun, dengan landasan yang tepat, tantangan tersebut dapat diatasi.
"Jadi pemimpin itu tidak gampang, jadi manager itu tidak gampang. Tetapi kalau ada rasa keikhlasan, amanah, kita bekerja untuk pendidikan, untuk mengayomi teman-teman guru di situ, maka insyaallah kita akan menjadi kepala sekolah yang baik," tambahnya.
Bupati bahkan memberikan motivasi bahwa bukan hal yang mustahil bagi seorang kepala sekolah yang berprestasi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, seperti menjadi Kepala Dinas. Syarat utamanya adalah mampu membuktikan kepiawaian dalam mengayomi guru, mengelola manajemen sekolah, serta mencetak murid-murid yang berprestasi.
Di luar fokus utama pada kurikulum dan manajemen, Bupati Haerul Warisin juga mendorong para guru dan kepala sekolah untuk berpikir inovatif dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Ia mencontohkan gerakan pertanian mandiri, seperti menanam cabai di polybag. Jika dilakukan secara kolektif oleh ribuan guru di seluruh Lombok Timur, Bupati yakin hal itu dapat menghasilkan produksi yang signifikan dan berdampak positif bagi ekonomi lokal. Selain itu, ia juga menegaskan dukungan terhadap program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sangat bermanfaat bagi anak didik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti beberapa hal penting terkait pengelolaan aset dan kepatuhan hukum. Ia meminta para kepala sekolah untuk menjaga dan melaporkan kondisi rumah dinas serta seluruh aset sekolah, mengingat hal tersebut selalu menjadi objek pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Para kepala sekolah juga diminta untuk mendata kembali tanah-tanah yang tidak terpakai agar tetap terjaga sebagai aset Pemerintah Kabupaten.
Terkait kewajiban agama, Bupati mengimbau para guru untuk taat membayar zakat. Ia memperingatkan dengan tegas pihak-pihak, termasuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), agar tidak menyalahgunakan dana zakat yang telah dikumpulkan.
"Jika ada yang menyalahgunakan zakat, tidak perlu pakai hati, langsung gunakan hukum," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin mengucapkan selamat kepada 143 kepala sekolah yang resmi dilantik. Ia berharap dengan kepemimpinan baru ini, kualitas pendidikan di Lombok Timur dapat terus meningkat sehingga sekolah-sekolah di daerah itu menjadi tujuan utama masyarakat karena mutunya yang terjamin dan terpercaya. (*)
Via
PENDIDIKAN
Post a Comment