PEMERINTAHAN
Bupati Lotim Apresiasi Formabes, Rutin Santuni 500 Anak Yatim di Bulan Ramadan
| Bupati Lotim, H. Haerul Warisin Saat Menghadiri Kegiatan Santunan Anak Yatim Dan Piatu Yang Digelar Forum Masbagik Bersatu (Formabes), Senin 09 Maret 2026. |
LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri kegiatan santunan kepada ratusan anak yatim yang digelar oleh Forum Masbagik Bersatu (Formabes) di Lesehan BBQ Lombok, Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, pada Senin (09/03). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Formabes setiap bulan Ramadan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Masbagik.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus dan anggota Formabes, serta ratusan anak yatim penerima santunan.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata yang dilakukan Formabes. Ia menegaskan bahwa ukuran kebesaran sebuah organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan seremonial, melainkan oleh kemampuannya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Forum yang besar bukan yang banyak seremonial, tetapi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,” ujar Iton - sapaan karibnya.
Ia berharap santunan tersebut dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim di bulan suci Ramadan, sehingga mereka juga dapat merasakan keberkahan dan kegembiraan seperti anak-anak lainnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung perjalanan satu tahun masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah. Ia mengaku kerap bolak-balik ke Jakarta untuk menjemput berbagai program dari pemerintah pusat guna mendukung pembangunan di Lombok Timur. Menurutnya, langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada keterbatasan keuangan daerah.
“Karena banyak anggaran yang diefisiensi, satu-satunya cara adalah menjemput program ke pemerintah pusat agar bisa dibawa ke Lombok Timur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan aktif berkoordinasi bersama berbagai kementerian dan lembaga, berbagai program pembangunan tetap dapat diupayakan masuk ke daerah meskipun di tengah keterbatasan.
“Kalau diundang ke Jakarta, jangan hanya datang ke satu tempat saja. Hubungi juga yang lain supaya sekalian bisa ke beberapa tempat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Formabes, Syamsul Huda, menyampaikan bahwa pada Ramadan tahun ini pihaknya menyalurkan santunan kepada sekitar 500 anak yatim yang berasal dari seluruh desa di Kecamatan Masbagik. Penyaluran dilakukan secara merata di setiap desa.
“Jumlahnya sekitar 500 anak yatim dari semua desa di Kecamatan Masbagik. Kita upayakan pembagiannya merata, meskipun sebenarnya masih banyak yang belum kebagian,” ujar Huda.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang. Bahkan, pihaknya menargetkan jumlah penerima santunan dapat meningkat hingga mencapai 1.000 anak yatim pada Ramadan mendatang.
Menurut Huda, keberlangsungan kegiatan sosial tersebut tidak terlepas dari dukungan para pembina yang terus memberikan dorongan dan semangat kepada pengurus Formabes untuk terus bergerak menebar manfaat bagi masyarakat.
“Peran para pembina sangat penting dalam memberikan motivasi dan dukungan agar Formabes terus aktif melaksanakan kegiatan sosial seperti ini,” jelasnya. (*)
Via
PEMERINTAHAN
Post a Comment